Catatan Merah Seorang Pelajar
Sebuah Catatan Hitam Putih Realita dan Imajinasi yang Ku Alami

Jun
20

Saturday, 30 May 2009 20:53
Tulisan ini di ambil dari http://www.hidayatullah.com

Pikat kaum muda lewat seminar, kaderisasi, forum diskusi, film, hingga tempat tongkrongan mahasiswa, musisi, dan peminum khamr.

Tanggal 11 Januari 2009. Bedjo Untung (62 tahun), mantan tahanan politik (tapol) peristiwa G 30 S/PKI, sibuk meladeni tamu di rumahnya di bilangan Kota Tangerang, Banten.

Sekitar 25 orang tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bergelut dalam rapat tertutup sejak pagi hingga sore hari di rumah Bedjo. Tema rapat hari itu adalah membongkar kebohongan sejarah tahun 1965-1966.

Selain dihadiri para bekas tapol peristiwa G 30 S/PKI, rapat terbatas itu juga dihadiri sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Para peserta adalah Bedjo Untung, Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 (YPKP); Mantan Letkol (Udara) Heru Atmojo, eks tapol PKI dari Paguyuban Korban Orde Baru; Sumarsih, ketua Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban (JSKK); Casman, mantan anggota pasukan Cakrabirawa, serta para ketua YPKP daerah seperti Palembang (Sumatera Selatan), Semarang, Sulawesi, Bandung, dan Bekasi.
Baca entri selengkapnya »

Iklan
Apr
09

Apr
03

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA

No. 53 Tahun 1963
KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : Bahwa kepada saudara Tan Malaka almarhum patut di beri penghargaan oleh negara, mengingat jasa-jasa almarhum sebagai pemimpin Indonesia di masa silam, yang semasa hidupnya, , karena terdorong oleh rasa cinta tanah air dan bangsa memimpin suatu kegiatan yang teratur guna menentang penjajahan di bumi Indonesia;

Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 217 Tahun 1957 mengenai peraturan tentang Pahlawan Kemerdekaan Nasional;
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 241 Tahun 1958 mengenai peraturann tentang tata cara penetapan Pahlawan Kemerdekaan Nasional;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
Pertama : Saudara Tan Malaka almarhum sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Kedua : Ketentuan-ketentuan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 217 Tahun 1957 berlaku untuk memperingati almarhum.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman ketentuan ini dengan penempatan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 28 Maret 1963
Presiden Republik Indonesia

t.t.d.

SOEKARNO

(dikutip dari : Lampiran pada MADILOG karya Tan Malaka, yang diterbitkan Pusat Data Indikator, Jakarta bersumber dari dokumentasi Yayasan Massa).
Baca entri selengkapnya »

Jan
26

Setelah menunggu empat dekade, akhirnya terbitlah buku yang menguak misteri peristiwa Gerakan 30 September. Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto, terjemahan dari buku Pretext for Mass Murder karya John Roosa.

Ketidakjelasan itu bertahan demikian lama karena rezim Orde Baru melakukan monopoli sejarah dan memupuknya bertahun-tahun. Versi lain, seperti yang ditulis oleh Ben Anderson dan kawan-kawan (kemudian dikenal sebagai Cornell Paper), yang menganggap bahwa itu persoalan intern AD (Angkatan Darat), dilarang dan penulisnya dicekal masuk Indonesia. Perdebatan tentang Gerakan 30 September diharamkan, bahkan usaha ISAI (Institut Studi Arus Informasi) menerbitkan buku tipis tentang masing-masing versi Gerakan 30 September itu diganjal Kejaksaan Agung pada tahun 1995.

Dalam suasana demikian, ketika Soeharto jatuh, bermunculanlah di tanah air berbagai (terjemahan) tulisan tentang Gerakan 30 September sejak tahun 1998. Analisis yang diberikan beragam, mulai dari kudeta merangkak (Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, Subandrio) sampai dengan kudeta yang disengaja untuk gagal seperti yang ditulis Coen Hotzappel.

Judul buku: Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto Pengarang: John Roosa Penerjemah: Hersri Setiawan Penerbit: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra Tebal: 392 halaman
Baca entri selengkapnya »

Jan
23

Oleh : Tengky Widjanarkoe

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu
sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

Beberapa hari ini, negeri kita dihebohkan oleh Fatwa MUI(Majelis Ulama Indonesia)tentang masalah rokok. Fatwa MUI akan mengharamkan Rokok. Kenapa rokok mesti diharamkan? Apa dengan adanya ayat-ayat suci Al-Qur’an di atas? Apakah hanya untuk menghindari bahaya anak terhadap dampak tembakau? Dan mengapa, negeri ini dan pemerintahnya sudah tau HARAM malah memungut hasil pajak dari barang HARAM?.

Coba kita lihat dampak yang akan diakibatkan jika Fatwa MUI itu benar-benar akan di-syahkan.
Baca entri selengkapnya »

Jan
17

Ditulis di Rawajati dekat pabrik sepatu Kalibata Cililitan Jakarta. Disini saya berdiam dari 15 juli 1942 sampai dengan pertengahan tahun 1943, mempelajari keadaan kota dan kampung Indonesia yang lebih dari 20 tahun ditinggalkan. Waktu yang dipakai buat menulis Madilog, ialah lebih kurang 8 bulan dari 15 juli 1942 sampai dengan 30 maret 1943 (berhenti 15 hari), 720 jam, ialah kira-kira 3 jam sehari.

Buku yang lain ialah Gabungan Aslia sudah pula setengah di tulis. Tetapi terpaksa ditunda. Sebab yang pertama karena kehabisan uang. Kedua sebab sang Polisi, Yuansa namanya diwaktu itu, sudah 2 kali datang memeriksa dan menggeledah rumah lebih tepat lagi “pondok’’ tempat saya tinggal. Lantaran huruf madilog dan Gabungan Aslia terlampau kecil dan ditaruh di tempat yang tiada mengambil perhatian sama sekali, maka terlindung ia dari mata polisi. Terpeliharalah pula kedua kitab itu dan pengarangnya sendiri seterusnya dari mata dan tongkat kempei Jepang.

Lantaran hawa kediaman saya itu sudah agak panas dan bahaya kelaparan sudah mengintip, maka terpaksalah saya memberhentikan pekerjaan saya meneruskan menulis Gabungan Aslia. Saya bertualang di daerah Banten mencari nafkah sambil memperlindungkan diri pula.
Baca entri selengkapnya »

Jan
16

Oleh : Tengky Widjanarkoe

Agama, Humanisme, dan Dehumanisasi. 3 hal yang memiliki hubungan satu dengan yang lainnya.

Pertama tentang “Agama”
agama merupakan doktrin yang diturunkan kepada kita sejak kita masih kecil. dimana kita masih belum tau apa-apa. ( ingat bung, kita sudah besar, berhak menentukan pilihan kita Very Happy)

Bukan Tuhan (Agama) yang menciptakan manusia, melainkan manusia lah yang menciptakan Tuhan (Agama). Agama hanyalah proyeksi manusia” (Ludwig Feurbach)

Agama merupakan keluhan makhluk yang tertindas, hati dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari kondisi yang mati. Agama hanyalah sebuah pelarian karena realitas memaksa manusia untuk melarikan diri. Agama adalah candu rakyat. ” (Karl Marx)

Allah sudah mati” (Friedrich Nietzsche)
Baca entri selengkapnya »

Jan
04

Oleh : Tengky Widjanarkoe

Sekolah. Sekolah yang ”katanya” menjadikan setiap anak didik menjadi pintar, menjadi pandai, menjadi cerdas, dan bla,bla,bla. Sekolah yang ”katanya” tempat bermain bagi siswa siswi, tempat bercanda tawa bersama kawan-kawan, tempat menimba ilmu, dan tempat bla, bla, bla. Mengapa? Kenapa? Hanya ”katanya” saja, hanya tempat –sekolah- yang penuh kebohongan belaka. Dari metode pendidikan yang ”katanya” membentuk karakter setiap siswanya, yang ”katanya” membebaskan siswanya untuk mengeksplor bakatnya, yang katanya… bla…bla…bla….

Dewasa ini, sekolah bukanlah tempat seperti apa yang saya tuliskan di atas tadi. Sekolah bukanlah tempat yang menyenagkan lagi bagi setiap siswa didik. Sekolah bukanlah tempat untuk menimba ilmu, bukan untuk bercanda tawa, bukan untuk meneksplor bakat siswa dan bukan untuk apa-apa melainkan ”TEMPAT PEMBUNUHAN KARAKTER”. Kenapa saya berani menulis kata itu? ”ya itu kan argumenku, jadi ya suka-suka aku mau nulis apa”.

Tidak. Saya menulis begitu bukan karna ”suka-suka saya”, tetapi saya melihat realita yang terjadi di dunia pendidikan saat ini. Sekolah tak lain adalah tempat menakutkan yang dapat membunuh karakter setiap siswa. Penyebab akan hal itu adalah adanya beberapa faktor. Diantaranya adalah:
Baca entri selengkapnya »

Jan
04

“Pendidikan Mahal, Kapankah Bisa Di Beli?” itulah judul yang saya pilih untuk tulisan saya yang ini. Judul ini saya ambil dari komentar yang masuk pada blog saya di WordPress.com. Saya tertarik untuk membuat tulisan dengan judul seperti apa yang dituliskan di komentar diblog wordpress saya.
Kapan ya?…
“Gak tau!!!”
Belum tanya dodol!!!
“Ooohh belum tanya to?, tak kira sudah tanya. He..he…he…”
Kapan ya?…_-belum juga selesai ngomong, si Dia nyrobot lagi-
“Gak tau!!!”
Belum selesai bego!!!
“Oooohh belum selesai to?. Ya maaf”
Kapan ya, pendidikan mahal bisa dibeli??
“Ya gak tau, aku kan bukan orang kaya Sob, mungkin yang bisa beli Cuma orang berduit, para pejabat, dan orang ber-uang saja”
Terus, kira-kira kapan orang gak berduit bisa beli pendidikan mahal?
“Ya gak tau sob”
Aaaaaah!!!! Dari tadi gak tau terus kamu.
Baca entri selengkapnya »

Des
19

jbdk-b

Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” yang semula hanya berupa kampanye penyadaran serta ajakan moral untuk tidak memperbesar angka fenomena ‘Bugil Depan Kamera’ di Indonesia —yang konkritnya ditandai dengan menempelkan logo kampanye di website/blog serta janji untuk ‘tidak bugil di depan kamera’, semakin menemukan bentuk tindaklanjutnya.

Kami dengan dukungan berbagai pihak, terutama media dan kalangan aktivis anti-pornografi, berupaya untuk tidak berhenti dan terus mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif dan ramah dalam merawat problematika ‘Bugil Depan Kamera’ dan pornografi Indonesia pada umumnya. Baca entri selengkapnya »

Des
19

INILAH.COM, Jakarta – Belum bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Begitulah nasib film dokumenter nasional. Lantaran kurang diminati penonton, para pelaku industri film pun tak bergairah membuatnya. Padahal, film jenis ini punya nilai tersendiri.

Film dokumenter adalah seni audio-visual yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Menggambarkan situasi dan kondisi yang pernah terjadi. Artinya, jalan cerita dan penokohan dalam film dokumenter dibuat berdasarkan fakta masa lalu.

logo_think_act_change__email__

Tapi, di Indonesia, film-film dokumenter kekurangan peminat. Masyarakat lebih menyukai film-film fiksi, terutama yang berintikan cerita roman. Padahal, di negara maju, film dokumenter termasuk yang ditunggu karena bermuatan sejarah dan masyarakat mereka memang sangat menghargai sejarah.

“Film dokumenter di Indonesia masih terbelakang, terutama dari segi cerita. Pasalnya, banyak sutradara pembuat film lebih memilih membuat film bioskop atau film televisi yang lebih bersifat komersial,” ujar Marselli Sumarno, sutradara pemenang Piala Citra.
Baca entri selengkapnya »

Des
19

open

Saat ini pendidikan tinggi sedang mengalami krisis sebab saat ini pendidikan tinggi sedang menjadi sasaran kapitalisasi. Kita lihat saja empat perguruan tinggi negeri tertua di Indonesia yaitu ITB, UI, UGM, dan IPB statusnya sudah berubah menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PTBHMN), yang berikutnya akan disusul pula oleh USU, UPI dan UNAIR. Kapitalisasinya terlihat dari ciri khas dari PTBHMN ini yang pengumpulan dan pengelolaan dana yang dilakukan secara mandiri oleh institusi pendidikan tersebut. Sehingga kita akan melihat perguruan tinggi akan menyerupai sebuah perusahaan yang mengurusi bisnis pendidikan. Baca entri selengkapnya »

Des
19

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
album_various-artists-burning-ambitions-a-history-of-punk
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Baca entri selengkapnya »

Des
19

MENYEBUT kata Punk, sekilas akan terlintas bayangan sekumpulan anak muda dengan dandanan ‘liar’. Rambut dicat dengan potongan ke atas. Mereka biasa ngumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan kelompok yang kerap disebut komunitas Punk ini, memiliki gaya dengan ciri khas sendiri.
ro_mat_punk_denik-galerie

TAK kenal, maka tak sayang. Begitu juga dengan teman-teman kita, komunitas Punk di Semarang ternyata cukup ramah-ramah kok. Bahkan, komunitas yang memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya di Kota Lumpia ini, telah menjadikan lokasi sekitar Jalan Imam Bardjo Semarang, tepatnya depan Bank Indonesia-Semarang, sebagai lokasi untuk sekedar kumpulkumpul sesama Punk. Baca entri selengkapnya »

Des
19

Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komunitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.

Berikut adalah beberapa jenis dari komunitas punk,masalah bener apa enggaknya saia minta kritik dan saran dari teman-teman pembaca VIVA LA PUNK

Punk Community Anarcho Punk
anarcho-punk1
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya. Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

Crust Punk
crust-punkthumbnail

Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.
Baca entri selengkapnya »